Unbelievable Japan Book Part 3 -The End-

  1. Bidang Pemerintahan

Warga selalu diingatkan saat SIM mau habis masa berlakunya, diberitahu bahwa ini saatnya anaknya imunisasi (plus tempat dan waktunya), kapan waktunya layanan pemeriksaan kesehatan untuk kaum ibu (papsmear, mammografi dll), dst. Di pemberitahuan pemeriksaan kesehatan sekalian ada kantong2 untuk mengambil sampel urine dan feses yg tinggal dibawa ke tempat pemeriksaan. Hebat ya?

  • Di Jepang, kandidat yg berkampanye untuk menjadi walikota selalu memberikan janji2 yg teknis sifatnya, bukan retorik belaka. Cara kampanyenya juga unik, berdiri di atas mobil dg pengeras suara di depan stasiun2 dan tempat ramai. Sering juga orang yg kampanye dicuekin. Juga dg memasang profil plus janji2 kampanye lengkap di koran. Yg jelas, politisi yg ketahuan korupsi pasti mengundurkan diri dan membungkuk minta maaf di TV nasional. Kadang sampai bersujud. Karena sanksi sosial masih sangat ampuh di Jepang.
  1. Tentang hal-hal lain
  • orang Jepang tidak suka pamer kekayaan, prestasi, jabatan, dll. Orang berjas saja naik sepeda karena lebih praktis. Ibu2 jepang tidak pernah ngerumpiin kekayaan atau jabatan suami. Paling ngobrolin anak atau masakan. Sehari2 mereka tampil praktis dan sederhana. Tidak pernah dandan heboh. Hanya saat ke pesta mereka tampil elegan. Semua itu karena orang Jepang tidak suka terlihat ‘beda’ atau menarik perhatian.

  • di Jepang, masalah bullying (=ijime) adalah masalah yg serius dan banyak memakan korban jiwa di kalangan pelajar. Orang Jepang memang sangat takut terlihat ‘berbeda’. Mereka yg berbeda rawan jadi korban bullying. Misal terlalu kurus/gemuk, terlalu pendiam dll. Pemerintah bekerja keras untuk mengatasi masalah ini.

  • satu lagi masalah ‘besar’ di Jepang adalah masalah pelecehan seksual. Semakin banyak terjadi di tempat2 ramai, wanita yg dipegang/diremas badannya di area sensitif. Yg membuat pelecehan seksual maki
    n banyak adalah karena para korban biasanya malu menarik perhatian, sehingga mereka diam saja.

  • bulan maret-april adalah musim bunuh diri di Jepang, karena per tanggal 1 April adalah waktunya penerimaan karyawan baru, mutasi karyawan dll. Di tanggal ini orang baru tahu bahwa ia dipecat, ditolak masuk kerja, atau diturunkan pangkatnya. Karena rasa malu orang Jepang sangat tinggi, hal2 seperti itu bisa menjadi alasan untuk mereka bunuh diri. Karena itu, pada bulan2 ini orang2 maklum bila ada kereta yg terlambat (padahal biasanya tidak pernah telat), karena sedang ada orang yg bunuh diri dg melompat ke rel. Banyak juga yg melompat dari gedung tinggi. Wow..

Selain beberapa hal di atas, masih banyak hal2 menarik lain yg ditulis weedy di bukunya.

Menarik untuk sekali2 berpaling dari ‘keributan’ di negeri sendiri, dan mengambil waktu untuk belajar dari negara lain.
So refreshing! ?

About the author: Nurulsalwa

Kids lover

sumsum007

I read that

9 months ago
Nurulsalwa

Great ! Thank you

9 months ago